Dinas Perhubungan Provinsi NTB

NTB yang Kami Impikan: Transportasi Berkelanjutan

Catatan Kunjungan Gubernur Nusa Tenggara Barat pada Dinas Perhubungan Provinsi NTB

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Bapak Dr. Zulkieflimansyah, berkesempatan hadir bersilaturahim dengan seluruh keluarga besar Dinas Perhubungan Provinsi NTB. Acara silaturahim ini diawali dengan coretan tangan Bapak Gubernur, menuliskan mimpi besarnya untuk NTB. Dua pesan bermakna hari ini, “murah dan bebas polusi” merupakan kata kunci yang menjadi motivasi insan perhubungan untuk mewujudkan sistem transportasi berkelanjutan di Provinsi NTB. Yang paling unik adalah Bapak Gubernur berkesempatan untuk menanam pohon jeruk di halaman Kantor Dinas Perhubungan didampingi oleh Bapak Asisten II, Ir. Ridwan Syah, MM., MSc., MTP, Kepala Biro Organisasi, Kepala BKD, Kepala Dinas Pariwisata, dan para tamu lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, menjelaskan bahwa tugas penting Dishub pada masa pandemi Covid-19 ini adalah menjaga pintu masuk ke Provinsi NTB yaitu bandar udara dan pelabuhan. Oleh karena itu Dinas Perhubungan Provinsi NTB  membentuk Tim BKO yang bertugas untuk melakukan pemantauan dan pengawasan perjalanan penumpang yang masuk ke daerah Provinsi NTB.  Hal ini bertujuan untuk menjamin agar pergerakan penumpang dapat diawasi dalam upaya mencegah penyebaran virus corona, Covid-19. Hal penting lainnya yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan adalah kerja keras Dishub untuk mendukung agar transportasi yang terintegrasi dan terkoneksi antara darat, laut, dan udara serta terwujud konektivitas transportasi yang berkeselamatan, murah dan nyaman.

Kepala Dinas Perhubungan menyampaikan  Peraturan Gubernur NTB mengenai sepeda listrik telah diterbitkan. Rencananya sepeda listrik ini akan dimasukkan dalam e-katalog sehingga nantinya proses pengadaannya lebih mudah, lebih transparan, jelas dan informatif. Terkait motor listrik Dishub  akan mengkoordinasikan  lagi dengan Kementerian Perhubungan tentang  Surat Registrasi Uji Tipe (SRUT).

Rencana pembangunan kereta api di NTB juga menjadi perhatian Bang Zul. Ada 7 (tujuh) orang lulusan kereta api dari Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) yang ditempatkan di Dishub NTB.  Kereta api sebagai angkutan massal merupakan bagian dari transportasi berkelanjutan di masa mendatang. Ka akan mendukung NTB.  Sekretaris Dishub NTB, Hj. Suryani Eka Wijaya menanggapi bahwa perencanaan awal kereta api di NTB masih tertunda untuk refocusing anggaran penanganan Covid-19. Untuk itu Dishub akan menyiapkan terlebih dahulu rencana awal yang akan dilakukan tentang pembangunan kereta di NTB.

Alternatif transportasi yang murah, bebas polusi implementable dan mudah untuk dilaksanakan saat ini adalah bersepeda. Bersepeda menjadi suatu peluang yang unik saat ini, sebagai bagian dari sistem transportasi perkotaan yang berkelanjutan. Investasi infrastruktur yang lebih efektif dan efisien untuk pembangunan lajur sepeda, fasilitas parkir sepeda, dan program berbagipakai sepeda. Pengembangan kota ramah sepeda dapat mengurangi penggunaan bahan bakar, ekonomis, berkontribusi pada penanganan perubahan iklim, mengurangi polusi udara, dan menjaga kesehatan masyarakat.

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *