Dinas Perhubungan Provinsi NTB

Berita

Kadishub NTB

Kadishub NTB dukung pengembangan infrastruktur pelabuhan, terminal dan bandara baru untuk pertumbuhan ekonomi dan pariwisata berkelanjutan di NTB

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Drs. Lalu Bayu Windya, M.Si, dalam Rapat Panitia Khusus IV DPRD Provinsi NTB, Senin, 28 September 2020, mendukung pengembangan pelabuhan untuk pariwisata berkelanjutan di Provinsi NTB. Hal ini disampaikan pada diskusi dokumen revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi NTB, terutama terkait arahan RTRW Provinsi yang perlu secara eksplisit menyebutkan fasilitas pelabuhan pada semua gili yang menjadi destinasi wisata pantai dan pulau-pulau kecil. Pengembangan pelabuhan memiliki nilai strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menarik minat investasi di masa mendatang.


Untuk Pulau Lombok, pelabuhan strategis yang perlu mendapat perhatian Pemerintah Provinsi NTB adalah Pelabuhan Gili Mas yang berpeluang menjadi pelabuhan utama. Pelabuhan lainnya di KLU adalah Global Hub Bandar Kayangan. Untuk Pulau Sumbawa, pelabuhan strategis yang akan dikembangkan adalah Teluk Santong di Sumbawa, Pelabuhan Lalar dan Pelabuhan Benete, yang akan disatukan dalam Rencana Induk Pelabuhan (RIP). Disamping itu, pengembangan pelabuhan lainnya adalah Pelabuhan Kilo di Dompu. Untuk Kabupaten Dompu, rencana investasi tambang di Kecamatan Hu’u Dompu, memerlukan pelabuhan untuk mendukung aktifitas produksi. Simpul-simpul transportasi yang penting lainnya adalah Terminal Type B yaitu di Terminal Woha, Terminal Renteng, dan Terminal Pancor.


Terkait infrastruktur transportasi udara, Pemerintah Provinsi juga menginisiasi, untuk Pulau Sumbawa, rencana pelabuhan udara di Lunyuk dan Dompu perlu menjadi perhatian kita dalam dokumen revisi RTRW Provinsi NTB. Hal penting yang juga menjadi catatan DPRD Provinsi NTB adalah rencana pengembangan kereta api di Pulau Sumbawa.
Pansus IV DPRD Provinsi NTB, yang baru saja melaksanakan studi komparasi terkait pembangunan berkelanjutan di Provinsi Sumatera Selatan, minggu lalu, juga mengarahkan agar jalan bebas hambatan atau bypass dari Bandara Internasional ZAM (BIZAM) ke KEK Mandalika memperhatikan pembebasan lahan sebesar 50 meter pada sisi kiri kanan jalan. Dampak positif pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, mensejahterakan masyarakat, dan mendukung pelestarian lingkungan hidup di NTB. (eka/dishubntb)

Menhub ajak masyarakat transportasi menjaga “ketahanan angkutan logistik pada masa pandemic Covid-19”

Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Litbang) Kementerian Perhubungan RI menyelenggarakan Webinar Seri #6 dengan tema “ketahanan angkutan logistik pada masa pandemic Covid-19”. Webinar ini menghadirkan Menteri Perhubungan, Rektor Uninversitas Indonesia, dan Kepala Badan Litbang Perhubungan Kemenhub.  

Kepala Badan Litbang Perhubungan, Umiyatun Hayati Triastuti, menyampaikan bahwa kegiatan Webinar seri #6 ini bertujuan untuk mendesiminasikan hasil penelitian Kerjasama antara Puslitbang Transportasi Antarmoda, Badan Litbang Perhubungan dengan ITD dan UI dalam rangka mendukung penetapan kebijakan sebagai upaya ketahanan dalam keberlangsungan angkutan logistik yang sehat dan efisien pada masa pandemic Covid-19. Hasil yang diharapakan adalah rekomendasi kebijakan untuk menjamin ketersediaan logistik bagi masyarakat dalam menekan penyebaran pandemic Covid-19 dan dalam mendukung penetapan peraturan bagi para pelaku logistik dalam membangun ketahanan dan mendukung perbaikan ekonomi pasca-pandemic Covid-19.

Menteri Perhubungan, Ir. Budi Karya Sumadi, dalam arahannya menyampaikan bahwa kontraksi perekonomian Indonesia mencapai 5.3% year-on-year, melemahnya kondisi ekonomi berdampak pada supply change angkutan logistik nasional. Dari sisi sektoral, transportasi dan pergudangan mengalami kontraksi terdalam sebesar 30.8% year-on-year. Penurunan daya beli masyarakat yang berdampak pada produktifitas dan distribusi barang dan jasa. Covid-19 berdampak pada ketahanan angkutan logistik nasional.

Rektor Universitas Indonesia, Prof. Ari Kuncoro, SE. MA. PhD, menyampaikan bahwa COvid-19 sebagai pandemic global berdampak besar pada sektor angkutan barang yang berperan untuk pemenuhan kebutuhan penduduk. Penurunan performa berdampak pada pertumbuhan ekonomi makro. Perguruan tinggi seperti UI dan ITB berperan penting untuk membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan pemerintah dalam upaya upaya ketahanan dalam keberlangsungan angkutan logistik yang sehat dan efisien pada masa pandemic Covid-19.

Dirjen Hubdat Kemenhub: “Sepeda menjadi lifestyle kita sehari-hari”

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan telah ditetapkan pada bulan September 2020. Direktur Jenderal Perhubungan Darat telah melaksanakan Sosialisasi PM 59/2020 untuk membahas regulasi terkait sepeda. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan persamaan pandangan para pihak untuk pelaksanaan peraturan ini. Kegiatan Sosialisasi ini dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2020 melalui aplikasi Zoom.

Bapak Dirjen Hubdat Kemenhub, Drs Budi Setyadi, SH., MSi, mengajak seluruh lapisan masyarakat agar “gemar menggunakan sepeda dan sepeda menjadi lifestyle kita sehari-hari”. PM 59/2020 merupakan regulasi pemerintah yang disusun dengan metode bottom up melibatkan para pihak dari pemerintah, komunitas sepeda, dan pakar transportasi. Uji public telah dilaksanakan di Bandung dan Yogyakarta. PM 59/2020 ini selanjutkanya akan dilakukan harmonisasi dengan kementerian terkait lainnya seperti Kementerian PUPR, dan Sekretariat Kabinet. Hal yang atur adalah persyaratan teknis sepeda, tata cara bersepeda, dan fasilitas pendukung sepeda. Tujuan pengaturannya adalah untuk mewujudkan tertib berlalu lintas dan menjamin keselamatan penggunaan sepeda di jalan.

Pemerintah harus menyediakan jalur khusus sepeda di semua kelas jalan, baik di kelas jalan nasional, jalan provinsi, dan jalan kabupaten/kota. Tindak lanjut PM 59/2020 ini untuk Pemerintah Daerah Provinsi dan atau Kabupaten/Kota adalah menyiapkan peraturan turunan dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 Tahub 2929 khususnya pengaturan mengenai jenis sepeda, jalur sepeda, dan sanksi atas pelanggaran penggunaan jalur sepeda. PM 59/2020 juga mengamanatkan agar penyedia fasilitas/tempat umum menyediakan tempat parkir sepeda di simpul transportasi, Gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, sekolah, dan tempat ibadah.

Hal penting yang menjadi perhatian kita adalah pelanggaran-pelanggaran pesepeda di jalan raya yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya. Contohnya adalah pesepeda tidal melewati jalur yang disediakan, mengendarai sepeda secara beriringan (lebih dari 2). Hal ini mendorong perlu dilakukannya kampanye dan edukasi masyarakat terkait keselamatan selama menggunakan sepeda.

Rambu dan pictogram rambu elektronik terkait sepeda antara lain:

Rambu larangan, perintah dan peringatan untuk pesepeda yang perlu menjadi perhatian kita adalah berikut ini:

TIDAK TERTIB BERLALU LINTAS, PSIKOLOGI UNRAM : BANYAK HORMON DIKEPALA TENTANG MEMORI YANG SALAH

TIDAK TERTIB BERLALU LINTAS, PSIKOLOGI UNRAM : BANYAK HORMON DIKEPALA TENTANG MEMORI YANG SALAH

Ditengah pandemi covid19, tertib berkendara di jalan raya tidak luput dari perhatian Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bali-Nusa Tenggara untuk tetap menataati standard protokol kesehatan dari pemerintah.

Drs. Lalu Bayu Windya,M.Si Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB menjadi salah satu narasumber


PKC PMII Bali-Nusra Menggelar Ngobrol Pintar bertemakan “Budaya Tertib Lalu Lintas Saat Pandemi Covid19”, mendatangkan narasumber dari Dirlantas Polda NTB, Kepala Dinas Perhubungan NTB, dan Dari Ahli Psikologi, bertempat di Nice Coffee Mataram dengan dihadiri sejumlah mahasiswa, Pemuda dan Organisasi Kepemudaan dan mahasiswa di Kota Mataram. Jumat (28/08/2020).
Ketua PKC PMII Bali-Nusra Aziz Muslim mengajak Pemuda dan dan masyarakat selalu tertib dalam berlalu lintas dan taati protokol Covid-19 saat berkendara.
“Diskusi tertib lalu lintas ini soal bagaimana berkendara dengan tertib sesuai dengan undang-undang lalu lintas dan sesuai dengab protokol Covid-19 sehinga soal keselamatan diri. Seperti Harus pake masker, rajin cuci tangan dan jaga jarak,” ungkapnya.
Berdasarkan data dari satuan lalu lintas Polda NTB, dalam kurun waktu 6 bulan terakhir sudah sekitar 633 kecelakan yang terjadi, artinya setiap 2 hari sekali terjadi kecelakaan dan kondisinya sangat mengenaskan bahkan ada yg sampai meninggal.
“Dari data tersebut, kecelakaan lalu lintas itu sekitar 300 lebih korban kebanyakan Anak muda atau kelompok millenial, dan Rata-rata angka kecelakaan tertinggi itu adalah kendaraan roda dua sekitar 75 persen”, Ungkap Dirlantas Polda NTB Kombes Pol Noviar, S.I.K
Ia juga menegaskan, bahwa tertib dan taat terhadap aturan lalulintas adalah untuk keselamatan diri, bukan karena takut karena ada polisi yang berjaga untuk menilang para pelanggar aturan lalilintas.
Kata ia, Menyelenggarakan keamanan kelamatan ketertiban di NTb saya setuju sekali sama sahabat saya mas Aziz bahwa endingnya pada dasarnya tertib lalulintas itu untuk keselamatan pribadi.”Tapi 2 bulan terakhir masyarakat sudah mulai muncul kesadaran tentang keselamatan berkendara dengan tertib lalu lintas dan memakai helm”, Kata Dirlantas Polda NTB.
Kepala Dinas Perhubungan NTB Drs. Lalu Bayu Windya, M.Si mengingatkan, bahwa Di musim pandemi Covid-19 selain mentaati aturan lalu lintas juga harus menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak sebelum, saat sedang dan setelah berkendara. Kecelakaan lalu lintas membunuh lebih banyak manusia dibandingkam dengan bencana gempa. 
“Bencana alam seperti gempa mungkin terjadi sekali dalam 50 tahun, sedangkan kecelakaan lalu lintas terjadi setiap hari”, Ungkapnya.

dokumen Dishub NTB


“Mirisnya kebanyakan korban meninggal ini dikarenakam tidak memakai helm atau tidak taat aturan lalu lintas, dan perlu saya ingaatkan 72% kecelakaan terjadi di jalan lurus, 20% di tikungan, dan sisanya 8% di persimpangan”, tambahnya.
Pujiarohma, M. Psi Dosen Psikologi Universitas Mataram (UNRAM) mengatakan, jelas-jelas sudah ada aturan tapi masih kemudian kita langgar, hal ini bisa di jelaskan dalam ilmu perilaku.
“Sudah banyak hormon di kepala tentang memori yang salah, sehingga perilaku lalu lintas juga menjadi salah. Perilalu negatif jika terus menerus di lakukan, itu berarti sedang menabung penyakit dalam hidup kita”,sebutnya.
Ia menegaskan perilaku lalu lintas yang baik juga harus di tanamkan dalam dunia instalasi pendidikan, karna jika dilihat dari kecelakaan itu rata-rata nak muda, khususnya anak sekolah.
“Yang mengalami kecelakaan rata-rata generasi millenial, sekitar 15-30 itu korbannnya sampai 300 lebih. Setiap 6 kali kecelakaan 1 yg meninggal”, pungkasnya. (incinews.net)

JUMPA "MIQ BAYU"

Jumpa Miq Bayu “Kecerdasan Spiritual Dalam Tatanan Normal Baru”

Jumpa Miq Bayu “Kecerdasan Spiritual Dalam Tatanan Normal Baru”
Ruang Rowot, Dishub, Jumat, 28 Agustus 2020

Hello Sobat DishubNTB, Acara special seri pertama hari ini betemakan: ” Kecerdasan Spiritual Dalam Tatanan Normal Baru” dengan memilih topik : KEBUTUHAN versus KEMAUAN.

Kebutuhan adalah hal-hal yang dicari setiap manusia untuk bisa menjalani kehidupannya. Sedangkan kemauan berkaitan dengan nafsu manusia untuk memiliki sesuatu yang belum tentu menjadi kebutuhannya.

Dalam konteks memenuhi kemauan atau nafsu, akan memunculkan keserakahan.

Di dunia ini, ditengarai, berkembang komunitas yang mengusung ideologi “depopulation”, sekelompok orang yang ingin mempertahankan penduduk dunia dalam junlah sedikit saja. Tujuannya, supaya bumi hanya dihuni oleh kelompok mereka yang sedikit saja itu. Hanya kelompok mereka saja yang berhak menjadi penduduk bumi, kira2 seperti itu ideologinya. Mereka lupa bahwa sesungguhnya, bumi akan selalu dapat memenuhi kebutuhan manusia, berapapun jumlah penghuninya, tetapi, bumi tidak akan dapat mencukupi kemauan atau nafsu manusia.

Masih dalam konteks daya dukung bumi atau alam, di NTB, pernah dilakukan kalkulasi, jumlah penduduk ideal pulau Lombok, dikaitkan dengan kemampuan ditopang oleh daya dukung dan daya tampung lingkungannya. Ketemu suatu jumlah tertentu, kira2 1 juta orang, sementara, jumlah penduduk Lombok saat ini sudah mencapai lebih 3 juta orang. Mestinya, sudah overload, tapi mengapa kita masih hidup? Karena ditemukan teknik2 budidaya tanaman dan perikanan yang baru, ads kemajuan dibidang distribusi logistik, mungkin juga karena penduduk Lombok tidak terlalu serakah sehingga kita masih hidup.

Apa bedanya antara memenuhi kebutuhan dan mengejar kemauan/nafsu? Jika manusia mengejar kemauannya (nafsu) tidak akan menjamin kebahagiaan, karena nilai kebahagiaan ada di dalam hati. Kenikmatan hidup ada dihati. Hilang atau berkurangnya kenikmatan, karena kita memiliki pembanding. Contoh nyata adalah dari sisi makanan, pada awalnya makan dengan lauk tempe sudah membuat kita bahagia, tapi ketika kita punya pembanding makanan lain, misalnya : ayam kentucky, ayam taliwang, sate ikan, bahkan sop kaki gajah, maka memakan tempe menjadi tidak bikin bahagia. Contoh lainnya adalah kebutuhan untuk memiliki mobil, mobil pertama sudah terbeli untuk memenuhi kebutuhan transportasi. Namun seiring naiknya pendapatan, manusia berhasrat membeli mobil kedua, ketiga, dan seterusnya. Lalu, menaiki mobil pertama, jadi tidak bahagia, karena mobil kedua, ketiga, dan seterusnya, memberi kenyamanan lebih karena dihiasi assesories lebih lengkap. Begitu pula, ada orang membeli mobil, mobil mewah nan mahal, sama sekali bukan lagi untuk memenuhi kebutuhan bertransportasi, tetapi buat koleksi. Buat menuruti kemauan atau nafsunya.
Hal yang membuat manusia merasa tidak berbahagia atau sedih adalah ketika kemauan yang bukan menjadi kebutuhannya, tidak dapat dikendalikan dengan baik. Contoh lain. Ketika kita belanja. Acapkali yang kita beli adalah barang2 yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Barang yang terbeli dan dibawa kerumah, ternyata hanya untuk memuaskan “lapar mata.” Barang2 seperti ini, bahkan tidak pernah dipakai sejak dibeli. Sebenarnya “kita sedang membawa pulang “sampah” ke rumah”. Coba diingat ingat, berapa kita membeli pakaian lebih dari yang kita butuhkan, seringkali pakaian yang baru terbeli jarang digunakan. Analogi yang sama dalam konteks sumur, perbedaan antara sumur yang jarang dikuras dan sumur yang sering dikuras, mempengaruhi kualitas air yang ada di dalam sumur. Intinya, kita perlu memperhatikan hal-hal yang sudah kita miliki, dan jika ada kelebihan, kita perlu memberikan kepada orang lain yang membutuhkan.

Selanjutnya, bagaimana konsep memberi yang dapat mendatangkan kebaikan untuk si pemberi? Ikhlas adalah kata kunci dalam konsep memberi antar sesama. Konsep ikhlas adalah memberikan sesuatu kepada orang lain tanpa mengharapkan agar orang lain dapat memberikan bantuan yang sama kepada kita. Berikan dan lupakan. Persis seperti kita (maaf) pergi ke toilet. Bukankah kita buang, lupakan lalu kita lega dan merasa fresh?? Itu contoh baik dari ikhlas. Berikan. Sukacita. Lupakan. Dan memberi dengan cara inilah yang diberi ganjaran 10 x lipat, sesuai janji Allah. Berkali kali saya alami hal seperti ini. Dan menjadi pengalaman spiritual saya yang sangat nikmat sekaligus unik. Hari ini saya memberi dengan ikhlas, besok diganjar 10 x lipat bahkan lebih. Saya sangat haqqul yakin dengan janji Allah ini. Tapi pertanyaannya, mengapa saya tidak mampu ikhlas untuk memberi dalam junlah besar? Kan ganjarannya akan besar pula. Itu pasti lantaran kadar keihlasan saya, belum sebaik para darmawan tingkat tinggi layaknya para sahabat, para wali. Jika memberi dalam jumlah besar , ada keraguan, ada hati yang goyang dan itu adalah ketidak ikhlasan yang penuh. Nah memberi yang begini ini, tidak bakal mendapat ganjaran 10x lipat itu. Sebenarnya kita bisa berbisnis dengan Tuhan, dengan cara memberi dengan ikhlas. Coba saja. Tapi harus benar2 ikhlas. Kalau ikhlasnya goyang sedikit, bakal tidak dapat ganjaran 10x lipat. Seperti pengalaman spiritual saya, berkali kali memberi dengan ikhlas, dapat ganjaran 10 x lipat. Tapi saya tidak pernah bisa ikhlas, jika memberi dalam jumlah besar. Saya terus belajar. Insya Allah.(kadis/dishbntb)

~~~ Bayu ~~~

Target 2021 Sepeda Listrik Bisa Dibeli Masyarakat Umum

Target 2021 Sepeda Listrik Bisa Dibeli Masyarakat Umum

Kementerian Perhubungan sudah mengeluarkan kebijakan untuk sepeda bertenaga listrik atau sepeda listrik dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 45 Tahun 2020.

Dalam baleid yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 45 Tahun 2020 tentang kendaraan tertentu dengan mengunakan penggerak motor listrik ini, diatur persyaratan keselamatan kendaraan dan pengemudi. Dalam aturan sepeda listrik ini juga terdapat poin tentang lajur atau kawasan penggunaan, ketentuan pengguna, dan pemahaman tata cara berlalu lintas

Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui program industrialisasi telah menghasilkan beberapa model sepeda listrik hasil karya IKM local.

“sepeda listrik yang dibuat di NTB bukan sekedar mimpi, apalagi untuk pencitraan. Berbagai model sepeda listrik mampu mengubah pola pikir masyarakat bahwa NTB mampu melahirkan produk yang bersaing dikancah nasional dan internasional” ujar Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah usai menerima rombongan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTB, (Selasa, 11/08) di halaman Kantor Gubernur NTB

Di lain tempat Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Barat Izzuddin Mahili,S.STP.,MM mengataka, untuk sepeda listrik ini sedang dalam proses untuk dimasukan kedalam e-katalog daerah, tujuannya adalah agar masyarakat dapat membeli produk sepeda listrik ini.

Izzudin Mahili
Kepala Bidang Angkutan Darat Perhubungan Provinsi NTB

“kendala saat ini dalam proses pengajuan e-katalog daerah adalah terkait spek teknis dari sepeda listrik ini, kondisi Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Barat tidak mempunyai alat uji, dan sekarang kami sedang melakukan proses pengajuan pengadaan alat uji tersebut yang Isya Allah tahun 2021 sudah bisa dilakukan uji untuk spek teknis , ini sangat penting karena berkaitan dengan keselamatan” ujar Izz sapaan akrab Kabid Angkutan Darat Dians Perhubungan Provinsi Nusa Tengara Barat.

Ditambahkan Izz, terkait dengan lajur khusus ini kita harus koordinasi dengan kabupaten/kota untuk kajian lajur khususnya dimana saja baik di jalan kabupaten/kota maupun dijalan provinsi. (Pt/Dishubntb)

KADISHUB DAMPINGI GUBERNUR NTB KUNJUNGAN KE PULAU MOYO DAN PULAU MEDANG

KONDISI SOSIAL MASYARAKAT PULAU MOYO DAN PULAU MEDANG

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs. Lalu Bayu Windia,M.Si mendampingi Bapak Gubernur NTB kunjungan ke pulau Moyo dan pulau Medang (07/08)

Warga Pulau Moyo mayoritas berasal dari etnik Bima dengan latar belakang  mata pencaharian sebagai petani dan pekebun. Mereka tinggal dipinggir laut tetapi bukan pelaut ulung. Lebih mengenal cara merambah hutan. Problem yang menonjol di P Moyo terkait kerusakan hutan. Ekosistem perairan P Moyo, relatif aman.  Sebaliknya, warga Pulau Medang terdiri dari suku Bugis dan Bajo dengan keterampilan tinggi sebagai pelaut. Problem di P Medang tidak terkait dengan perambahan hutan tetapi ditemukan pengeboman ikan. Meskipun tidak terdampak pandemi COVID 19, tapi dampak berupa PHK karyawan terjadi.

Bapak Gubernur didampingi Kadishub mengadakan dialog dengan masyarakat sehingga muncul beberapa isu dan usulan berdasarkan dialog dengan masyarakat antara lain Jalan akses yang menghubungkan konsentrasi pemukiman penduduk tidak bagus, Pandemi COVID 19 tidak ditemukan di pulau Moyo dan Pulau Medang namun ada penyakit menonjol dan belum diatasi yaitu TBC dan Malaria. Boat Ambulance sudah ada namun tidak beroperasi maksimal dan pemkab Sumbawa akan mengusahakan agara dapat beroperasi maksimal. Dari segi pendidikan adanya isu kekurangam guru.Warga sukar mendapat layanan izin untuk Kapal – kapal nelayan diatas 6 GT hal ini akan diusahakan “layanan jemput bola” berkoordinasi dengan Sahbandar Badas sebagai pemegang kewenangan. Dikemukakan juga oleh masyarakat, adanya kemahalan harga BBM di P Medang, kekurangan air untuk minum ternak, Listrik belum menyala 24 jam. Adanya indikasi peredaran narkoba tapi isu ini dibantah oleh BABINKAMTIBMAS. Masyarakat mengusulkan pembangunan dermaga Lab Aji dan Belum ada “pintu masuk” yang resmi bagi warga Moyo yang hendak bepergian dengan tujuan ke “main-island” di P Sumbawa.

Demikian beberapa isu dan usul  dari dialog Gubernur – Warga P Moyo, P Medang. Yang selanjutnya akan di tindaklanjuti sebagai bentuk respon cepat terhadap kepentingan masyarakat disana.

ASN BERSEPEDA!!! LANGKAH NYATA WUJUDKAN TRANSPORTASI BERKELANJUTAN

Sebuah kesadaran membangun keseimbangan antara ritme kerja dengan kesehatan tubuh serta upaya mengurangi polusi udara akibat kendaraan bermotor yang digunakan sebagai moda transportasi harian. Kondisi ini mendorong gerakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Bersepeda di Provinsi NTB, sebuah kampanye untuk mendorong penggunaan sepeda sebagai alat transportasi utama yang menjadi solusi tanpa polusi dengan bonus kesehatan bagi penggunanya.

ASN Bersepeda di lingkup Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kota Mataram  yang tergabung dalam Gerakan Bike To Work (B2W) Lombok menginisiasi kampanye “ASN Bersepeda” yang diawali pada  Senin, 10 Agustus 2020. Kampanye yang diinisiasi oleh Dinas Perhubungan Provinsi NTB dan Bike To Work (B2W) Lombok, diikuti oleh ASN yang bekerja pada Dishub Provinsi NTB, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi NTB dan juga Dinas Perhubungan Kota Mataram.

Tim ASN Bersepeda yang berangkat dari Kantor Dishub Provinsi NTB menuju halaman Kantor Gubernur Provinsi NTB diterima langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB Bapak Ir. Ridwan Syah, MM, MSc, MTP. Beliau menyambut positif dan menyampaikan bahwa “Dulu ASN Pemerintah Provinsi NTB setiap hari rabu menggunakan sepeda pada masa pemerintahan TGB. Kegiatan ini penting sebagai upaya mengubah pola hidup ASN agar lebih berkualitas dan sehat”. Harapannya kegiatan ini dapat terus berlanjut dan mendapatkan dukungan dari para pihak antara lain berupa penyediaan infrastruktur pendukung yaitu fasilitas jalur sepeda dan parkir serta adanya regulasi. Tujuannya adalah bagi perlindungan keamanan, kenyamanan dan keselamatan dalam bersepeda.

Di tengah Pandemic COVID19, tren bersepeda sekarang menjadi primadona dan masif di seluruh kota-kota di dunia dan Indonesia. Gaya hidup bersepeda kembali menjadi momentum “new life style” yang berdampak pada peningkatan penjualan sepeda. Semakin maraknya budaya bersepeda ini, mendorong para ASN dari berbagai dinas dan badan yang tergabung dalam Gerakan Bike To Work (B2W) Lombok untuk mengkampanyekan ASN Bersepeda.

Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi NTB yang juga merupakan Koordinator Wilayah B2W Lombok, Suryani Eka Wijaya PhD, menyampaikan bahwa “Tujuan kampanye ASN Bersepeda ini untuk mengajak ASN dan masyarakat untuk menggunakan sepeda dalam beraktifitas sehari-hari”. Kampanye ini juga berupaya mendorong ASN untuk turutserta menjadikan sepeda sebagai alat transportasi utama ke tempat kerja maupun tempat beraktifitas lainnya.

Kampanye ASN Bersepeda diikhtiarkan juga mendorong perubahan budaya masyarakat untuk menjadikan sepeda sebagai alat transportasi utama yang ramah lingkungan. Selain itu, terwujudnya infrastruktur kota Mataram yang ramah bagi pesepeda, tersedianya jalur sepeda, rambu, tempat parkir sepeda yang nyaman, penunjuk arah, pembatas jalur sepeda, taman sepeda, dan fasilitas ruang ganti di perkantoran.

Bersepeda memberikan banyak manfaat bagi ASN sendiri dan bagi Pemerintah Daerah, diantaranya dengan bersepeda ASN menjadi sehat dan dapat meningkatkan kinerjanya selama bekerja. ASN juga dapat mengurangi biaya transportasi, dan berkontribusi langsung pada pengurangan penggunaan kendaraan bermotor dan polusi udara.

Kampanye ASN Bersepeda ini baru saja dimulai lagi, menggelorakan minat bersepeda di kalangan ASN Pemerintah Provinsi NTB.  Semoga kegiatan ini bisa menginspirasi semua ASN untuk menciptakan keseimbangan pola antara kerja dan olahraga, sehingga dapat mendukung peningkatan  kinerja pemerintah daerah.

Untuk membangkitkan minat, kampanye ASN Bersepeda mengambil rute kawasan perkantoran yaitu Jalan Langko dan Jalan Pejanggik. Kegiatan ditutup sesi foto bersama dengan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB Bapak Ir. Ridwan Syah, MM., MSc, MTP.

Semangat ASN NTB Bersepeda!

NTB yang Kami Impikan: Transportasi Berkelanjutan

Catatan Kunjungan Gubernur Nusa Tenggara Barat pada Dinas Perhubungan Provinsi NTB

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Bapak Dr. Zulkieflimansyah, berkesempatan hadir bersilaturahim dengan seluruh keluarga besar Dinas Perhubungan Provinsi NTB. Acara silaturahim ini diawali dengan coretan tangan Bapak Gubernur, menuliskan mimpi besarnya untuk NTB. Dua pesan bermakna hari ini, “murah dan bebas polusi” merupakan kata kunci yang menjadi motivasi insan perhubungan untuk mewujudkan sistem transportasi berkelanjutan di Provinsi NTB. Yang paling unik adalah Bapak Gubernur berkesempatan untuk menanam pohon jeruk di halaman Kantor Dinas Perhubungan didampingi oleh Bapak Asisten II, Ir. Ridwan Syah, MM., MSc., MTP, Kepala Biro Organisasi, Kepala BKD, Kepala Dinas Pariwisata, dan para tamu lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, menjelaskan bahwa tugas penting Dishub pada masa pandemi Covid-19 ini adalah menjaga pintu masuk ke Provinsi NTB yaitu bandar udara dan pelabuhan. Oleh karena itu Dinas Perhubungan Provinsi NTB  membentuk Tim BKO yang bertugas untuk melakukan pemantauan dan pengawasan perjalanan penumpang yang masuk ke daerah Provinsi NTB.  Hal ini bertujuan untuk menjamin agar pergerakan penumpang dapat diawasi dalam upaya mencegah penyebaran virus corona, Covid-19. Hal penting lainnya yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan adalah kerja keras Dishub untuk mendukung agar transportasi yang terintegrasi dan terkoneksi antara darat, laut, dan udara serta terwujud konektivitas transportasi yang berkeselamatan, murah dan nyaman.

Kepala Dinas Perhubungan menyampaikan  Peraturan Gubernur NTB mengenai sepeda listrik telah diterbitkan. Rencananya sepeda listrik ini akan dimasukkan dalam e-katalog sehingga nantinya proses pengadaannya lebih mudah, lebih transparan, jelas dan informatif. Terkait motor listrik Dishub  akan mengkoordinasikan  lagi dengan Kementerian Perhubungan tentang  Surat Registrasi Uji Tipe (SRUT).

Rencana pembangunan kereta api di NTB juga menjadi perhatian Bang Zul. Ada 7 (tujuh) orang lulusan kereta api dari Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) yang ditempatkan di Dishub NTB.  Kereta api sebagai angkutan massal merupakan bagian dari transportasi berkelanjutan di masa mendatang. Ka akan mendukung NTB.  Sekretaris Dishub NTB, Hj. Suryani Eka Wijaya menanggapi bahwa perencanaan awal kereta api di NTB masih tertunda untuk refocusing anggaran penanganan Covid-19. Untuk itu Dishub akan menyiapkan terlebih dahulu rencana awal yang akan dilakukan tentang pembangunan kereta di NTB.

Alternatif transportasi yang murah, bebas polusi implementable dan mudah untuk dilaksanakan saat ini adalah bersepeda. Bersepeda menjadi suatu peluang yang unik saat ini, sebagai bagian dari sistem transportasi perkotaan yang berkelanjutan. Investasi infrastruktur yang lebih efektif dan efisien untuk pembangunan lajur sepeda, fasilitas parkir sepeda, dan program berbagipakai sepeda. Pengembangan kota ramah sepeda dapat mengurangi penggunaan bahan bakar, ekonomis, berkontribusi pada penanganan perubahan iklim, mengurangi polusi udara, dan menjaga kesehatan masyarakat.