Dinas Perhubungan Provinsi NTB

Berita

KADISHUB DAMPINGI GUBERNUR NTB KUNJUNGAN KE PULAU MOYO DAN PULAU MEDANG

KONDISI SOSIAL MASYARAKAT PULAU MOYO DAN PULAU MEDANG

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs. Lalu Bayu Windia,M.Si mendampingi Bapak Gubernur NTB kunjungan ke pulau Moyo dan pulau Medang (07/08)

Warga Pulau Moyo mayoritas berasal dari etnik Bima dengan latar belakang  mata pencaharian sebagai petani dan pekebun. Mereka tinggal dipinggir laut tetapi bukan pelaut ulung. Lebih mengenal cara merambah hutan. Problem yang menonjol di P Moyo terkait kerusakan hutan. Ekosistem perairan P Moyo, relatif aman.  Sebaliknya, warga Pulau Medang terdiri dari suku Bugis dan Bajo dengan keterampilan tinggi sebagai pelaut. Problem di P Medang tidak terkait dengan perambahan hutan tetapi ditemukan pengeboman ikan. Meskipun tidak terdampak pandemi COVID 19, tapi dampak berupa PHK karyawan terjadi.

Bapak Gubernur didampingi Kadishub mengadakan dialog dengan masyarakat sehingga muncul beberapa isu dan usulan berdasarkan dialog dengan masyarakat antara lain Jalan akses yang menghubungkan konsentrasi pemukiman penduduk tidak bagus, Pandemi COVID 19 tidak ditemukan di pulau Moyo dan Pulau Medang namun ada penyakit menonjol dan belum diatasi yaitu TBC dan Malaria. Boat Ambulance sudah ada namun tidak beroperasi maksimal dan pemkab Sumbawa akan mengusahakan agara dapat beroperasi maksimal. Dari segi pendidikan adanya isu kekurangam guru.Warga sukar mendapat layanan izin untuk Kapal – kapal nelayan diatas 6 GT hal ini akan diusahakan “layanan jemput bola” berkoordinasi dengan Sahbandar Badas sebagai pemegang kewenangan. Dikemukakan juga oleh masyarakat, adanya kemahalan harga BBM di P Medang, kekurangan air untuk minum ternak, Listrik belum menyala 24 jam. Adanya indikasi peredaran narkoba tapi isu ini dibantah oleh BABINKAMTIBMAS. Masyarakat mengusulkan pembangunan dermaga Lab Aji dan Belum ada “pintu masuk” yang resmi bagi warga Moyo yang hendak bepergian dengan tujuan ke “main-island” di P Sumbawa.

Demikian beberapa isu dan usul  dari dialog Gubernur – Warga P Moyo, P Medang. Yang selanjutnya akan di tindaklanjuti sebagai bentuk respon cepat terhadap kepentingan masyarakat disana.

ASN BERSEPEDA!!! LANGKAH NYATA WUJUDKAN TRANSPORTASI BERKELANJUTAN

Sebuah kesadaran membangun keseimbangan antara ritme kerja dengan kesehatan tubuh serta upaya mengurangi polusi udara akibat kendaraan bermotor yang digunakan sebagai moda transportasi harian. Kondisi ini mendorong gerakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Bersepeda di Provinsi NTB, sebuah kampanye untuk mendorong penggunaan sepeda sebagai alat transportasi utama yang menjadi solusi tanpa polusi dengan bonus kesehatan bagi penggunanya.

ASN Bersepeda di lingkup Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kota Mataram  yang tergabung dalam Gerakan Bike To Work (B2W) Lombok menginisiasi kampanye “ASN Bersepeda” yang diawali pada  Senin, 10 Agustus 2020. Kampanye yang diinisiasi oleh Dinas Perhubungan Provinsi NTB dan Bike To Work (B2W) Lombok, diikuti oleh ASN yang bekerja pada Dishub Provinsi NTB, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi NTB dan juga Dinas Perhubungan Kota Mataram.

Tim ASN Bersepeda yang berangkat dari Kantor Dishub Provinsi NTB menuju halaman Kantor Gubernur Provinsi NTB diterima langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB Bapak Ir. Ridwan Syah, MM, MSc, MTP. Beliau menyambut positif dan menyampaikan bahwa “Dulu ASN Pemerintah Provinsi NTB setiap hari rabu menggunakan sepeda pada masa pemerintahan TGB. Kegiatan ini penting sebagai upaya mengubah pola hidup ASN agar lebih berkualitas dan sehat”. Harapannya kegiatan ini dapat terus berlanjut dan mendapatkan dukungan dari para pihak antara lain berupa penyediaan infrastruktur pendukung yaitu fasilitas jalur sepeda dan parkir serta adanya regulasi. Tujuannya adalah bagi perlindungan keamanan, kenyamanan dan keselamatan dalam bersepeda.

Di tengah Pandemic COVID19, tren bersepeda sekarang menjadi primadona dan masif di seluruh kota-kota di dunia dan Indonesia. Gaya hidup bersepeda kembali menjadi momentum “new life style” yang berdampak pada peningkatan penjualan sepeda. Semakin maraknya budaya bersepeda ini, mendorong para ASN dari berbagai dinas dan badan yang tergabung dalam Gerakan Bike To Work (B2W) Lombok untuk mengkampanyekan ASN Bersepeda.

Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi NTB yang juga merupakan Koordinator Wilayah B2W Lombok, Suryani Eka Wijaya PhD, menyampaikan bahwa “Tujuan kampanye ASN Bersepeda ini untuk mengajak ASN dan masyarakat untuk menggunakan sepeda dalam beraktifitas sehari-hari”. Kampanye ini juga berupaya mendorong ASN untuk turutserta menjadikan sepeda sebagai alat transportasi utama ke tempat kerja maupun tempat beraktifitas lainnya.

Kampanye ASN Bersepeda diikhtiarkan juga mendorong perubahan budaya masyarakat untuk menjadikan sepeda sebagai alat transportasi utama yang ramah lingkungan. Selain itu, terwujudnya infrastruktur kota Mataram yang ramah bagi pesepeda, tersedianya jalur sepeda, rambu, tempat parkir sepeda yang nyaman, penunjuk arah, pembatas jalur sepeda, taman sepeda, dan fasilitas ruang ganti di perkantoran.

Bersepeda memberikan banyak manfaat bagi ASN sendiri dan bagi Pemerintah Daerah, diantaranya dengan bersepeda ASN menjadi sehat dan dapat meningkatkan kinerjanya selama bekerja. ASN juga dapat mengurangi biaya transportasi, dan berkontribusi langsung pada pengurangan penggunaan kendaraan bermotor dan polusi udara.

Kampanye ASN Bersepeda ini baru saja dimulai lagi, menggelorakan minat bersepeda di kalangan ASN Pemerintah Provinsi NTB.  Semoga kegiatan ini bisa menginspirasi semua ASN untuk menciptakan keseimbangan pola antara kerja dan olahraga, sehingga dapat mendukung peningkatan  kinerja pemerintah daerah.

Untuk membangkitkan minat, kampanye ASN Bersepeda mengambil rute kawasan perkantoran yaitu Jalan Langko dan Jalan Pejanggik. Kegiatan ditutup sesi foto bersama dengan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB Bapak Ir. Ridwan Syah, MM., MSc, MTP.

Semangat ASN NTB Bersepeda!

NTB yang Kami Impikan: Transportasi Berkelanjutan

Catatan Kunjungan Gubernur Nusa Tenggara Barat pada Dinas Perhubungan Provinsi NTB

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Bapak Dr. Zulkieflimansyah, berkesempatan hadir bersilaturahim dengan seluruh keluarga besar Dinas Perhubungan Provinsi NTB. Acara silaturahim ini diawali dengan coretan tangan Bapak Gubernur, menuliskan mimpi besarnya untuk NTB. Dua pesan bermakna hari ini, “murah dan bebas polusi” merupakan kata kunci yang menjadi motivasi insan perhubungan untuk mewujudkan sistem transportasi berkelanjutan di Provinsi NTB. Yang paling unik adalah Bapak Gubernur berkesempatan untuk menanam pohon jeruk di halaman Kantor Dinas Perhubungan didampingi oleh Bapak Asisten II, Ir. Ridwan Syah, MM., MSc., MTP, Kepala Biro Organisasi, Kepala BKD, Kepala Dinas Pariwisata, dan para tamu lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, menjelaskan bahwa tugas penting Dishub pada masa pandemi Covid-19 ini adalah menjaga pintu masuk ke Provinsi NTB yaitu bandar udara dan pelabuhan. Oleh karena itu Dinas Perhubungan Provinsi NTB  membentuk Tim BKO yang bertugas untuk melakukan pemantauan dan pengawasan perjalanan penumpang yang masuk ke daerah Provinsi NTB.  Hal ini bertujuan untuk menjamin agar pergerakan penumpang dapat diawasi dalam upaya mencegah penyebaran virus corona, Covid-19. Hal penting lainnya yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan adalah kerja keras Dishub untuk mendukung agar transportasi yang terintegrasi dan terkoneksi antara darat, laut, dan udara serta terwujud konektivitas transportasi yang berkeselamatan, murah dan nyaman.

Kepala Dinas Perhubungan menyampaikan  Peraturan Gubernur NTB mengenai sepeda listrik telah diterbitkan. Rencananya sepeda listrik ini akan dimasukkan dalam e-katalog sehingga nantinya proses pengadaannya lebih mudah, lebih transparan, jelas dan informatif. Terkait motor listrik Dishub  akan mengkoordinasikan  lagi dengan Kementerian Perhubungan tentang  Surat Registrasi Uji Tipe (SRUT).

Rencana pembangunan kereta api di NTB juga menjadi perhatian Bang Zul. Ada 7 (tujuh) orang lulusan kereta api dari Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) yang ditempatkan di Dishub NTB.  Kereta api sebagai angkutan massal merupakan bagian dari transportasi berkelanjutan di masa mendatang. Ka akan mendukung NTB.  Sekretaris Dishub NTB, Hj. Suryani Eka Wijaya menanggapi bahwa perencanaan awal kereta api di NTB masih tertunda untuk refocusing anggaran penanganan Covid-19. Untuk itu Dishub akan menyiapkan terlebih dahulu rencana awal yang akan dilakukan tentang pembangunan kereta di NTB.

Alternatif transportasi yang murah, bebas polusi implementable dan mudah untuk dilaksanakan saat ini adalah bersepeda. Bersepeda menjadi suatu peluang yang unik saat ini, sebagai bagian dari sistem transportasi perkotaan yang berkelanjutan. Investasi infrastruktur yang lebih efektif dan efisien untuk pembangunan lajur sepeda, fasilitas parkir sepeda, dan program berbagipakai sepeda. Pengembangan kota ramah sepeda dapat mengurangi penggunaan bahan bakar, ekonomis, berkontribusi pada penanganan perubahan iklim, mengurangi polusi udara, dan menjaga kesehatan masyarakat.

Gubernur NTB Bersama Istri Hj. Niken Saptarini Widyawati, SE, M.Sc Melakukan Uji Coba Terhadap Mobil Listrik

Mataram – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah telah memperkenalkan salah satu terobosan program industrialisasi Pemprov NTB berupa pembuatan kendaraan listrik. Ada beberapa type kendaraan listrik yang dikembangkan oleh putra-putri NTB. Roda empat, roda tiga dan roda dua. Masing-masing peruntukannya untuk mendukung aktifitas ekonomi, pariwisata dan transportasi.

Gubernur NTB bersama istri Hj. Niken Saptarini Widyawati, SE, M.Sc pada Sabtu (6/6/2020) kemarin telah melakukan uji coba terhadap mobil listrik ini di Kantor Dinas Perindustrian Provinsi NTB. Gubernur memuji mobil listrik ini yang nyaman dan tidak berisik. “Mobil listrik ini seperti mobil golf, tanpa suara dan tanpa polusi,” kata Gubernur.

Menurutnya, meskipun kendaraan ramah lingkungan ini masih butuh penyempurnaan, namun hasil karya ini merupakan sesuatu yang sangat luar biasa. Kendaraan ini sangat cocok untuk mendukung pariwisata NTB karena ramah lingkungan. “Dengan motor dan mobil listrik, lingkungan kita akan tetap terjaga asri dan lestrasi.” terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti, SE, ME mengatakan, mobil listrik ini merupakan hasil Bimtek Dinas Perindustrian yang bekerjasama dengan SMKN 1 Lingsar dan lima Industri Kecil Menengah (IKM) di daerah ini. Mereka telah mendapatkan pelatihan yang intensif agar skill yang dimiliki mampu mendukung mobil listrik yang sudah dicanangkan oleh Gubernur tersebut.

Selain dengan SMKN 1 Lingsar, Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) juga menjadi mitra untuk pengembangan industri otomotif di NTB.

Ia mengatakan, kendaraan ini masih dalam tahap penyempurnaan. Sehingga jika muncul saran dan masukan terhadap kendaraan ini akan menjadi bahan perbaikan,” Sehingga nantinya akan keluar prototype resmi kendaraan ini,” ujarnya.

Nuryanti mengatakan, saat ini masih dalam proses penyiapan infrastruktur lintas sektor. Misalnya Dinas Perindustrian menyiapkan kendaraan, Dinas Perhubungan yang bertanggung jawab terhadap standarisasi kendaraan, PLN menyiapkan infrastruktur energi, dan pihak terkait lainnya.

“Hasil diskusi kami dengan PLN bahwa PLN juga memiliki rencana untuk membangun kawasan transportasi hijau. Bagaimana menyediakan pengisian daya di sepanjang gardu-gardu listrik yang ada di NTB. Jadi dukungan PLN seperti itu nantinya,” kata Nuryanti.

Selain komunikasi dengan PLN untuk penyediaan pengisian daya, energi terbarukan juga sedang dipersiapkan sebagai energi alternatif alat transportasi listrik ini.

Ia menambahkan, pihaknya secara bertahap menyiapkan SDM untuk pembuatan mobil listrik ini dan mulai merintis pola pabrikasinya. Artinya setiap IKM akan menyiapkan satu jenis komponen tertentu. “ Ada IKM yang bagiannya merakit, ada IKM yang memproduksi onderdil dan lain sebagainya,” katanya.

Sementara itu, Irwan Aditya Jaya, M. Eng, salah seorang perakit mobil listrik ini mengatakan, sejak NTB diumumkan telah mampu memproduksi kendaraan listrik, pesanan mulai mengalir. “Ada 100 unit dari PT. GNE, tinggal difinalkan. Ada 10 unit pesanan dari Dinas Koperasi dan UMKM NTB, dan ada 3 unit dari perorangan di Dompu,” kata Irwan.

Irwan mengatakan, untuk kendaraan roda empat yang dibuat, adalah kolaborasi dari lima pelaku IKM, diantaranya IKM permesinan, IKM logam, IKM konstruksi, kelistrikan. Seluruhnya adalah IKM binaan Dinas Perindustrian Provinsi NTB.

Mobil listrik yang dibuat saat ini mampu mengangkut beban hingga 3 kuintal. Kapasitas maksimal baterainya hingga 70 Km. dengan kecepatan maksimal 55 Km/jam. Mobil listrik ini bisa difungsikan untuk mengangkut dua orang di kursi belakang. Diharapkan dapat dimanfaatkan di dalam kawasan Mandalika, Lombok Tengah.

Selain untuk pariwisata, kendaraan listrik ini juga dapat difungsikan sebagai lapak berjalan. Desain dapat disesuaikan. Bisa juga dijadikan alat pengangkut sampah. Irwan mengatakan, untuk satu mobil listrik, menghabiskan biaya hingga Rp50 juta. Jika dirakit, butuh waktu dua hari. Dengan catatan, seluruh komponen telah tersedia.

Untuk memenuhi permintaan yang masuk ini, ia mengatakan pihaknya terus mempersiapkan komponen-komponen yang dibutuhkan, bekerjasama dengan IKM-IKM penyedia komponen lainnya. Perakitan dilakukan di bengkelnya, di Narmada, Lombok Barat. (Humas NTB)

BEASISWA, WUJUDKAN KONTRIBUSI POSITIF ANAK MUDA NTB BAGI DAERAH

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkifliemansyah, SE., M.Sc mengikuti Halal Bihalal secara virtual bersama Himpunan Masyarakat Lombok Se-Jabodetabek (HIMALO) di Pandopo Gubernur NTB, Sabtu, (06/06/2020)

Gubernur NTB yang biasa disapa Dr. Zul itu mengatakan, ada banyak harapan untuk teman-teman Lombok yang ada di Jabodetabek. Dalam hal ini, teman-teman yang sudah menyelesaikan sekolah pada level Doktor untuk tidak pulang ke NTB, dengan harapan bisa membangun kemitraan yang kuat dikancah nasional. Setelahnya, bisa memberikan konstribusi positif untuk daerah masing-masing.

Tentunya untuk memperkuat hal itu, semua tidak terlepas dari dukungan positif dari daerah itu sendiri. Yang jelas, program beasiswa S2 luar negeri untuk anak-anak NTB adalah jawaban untuk mewujudkan dan memaksimalkan itu semua.

“Atas nama pribadi, atas nama keluarga dan atas nama masyarakat NTB kami ucapkan selamat Idul Fitri. Semoga masyarakat Lombok yang ada di Jabodetabek terus berkontribusi maksimal pada ummat, pada bangsa negara terutama pada NTB yang kita cintai,” kata Dr. Zul.

Lebih jauh ia menjelaskan, situasi saat ini situasi yang tidak biasa, karenanya melahirkan perjumpaan secara virtual. Tapi dibalik kondisi ini ada kesyukuran yang harus disyukuri pula. Yang jelas dibalik Covid-19 ini memunculkan satu geliat baru di dalam masyarakat NTB, salah satunya adalah berdayanya UKM lokal.

“Akibat Covid-19 ini, masker bisa kita produski sendiri, Rapid Test, Alat Pelindung Diri (APD) dan yang hebat lagi adalah motor listrik yang dibuat oleh anak-anak Narmada Lombok Barat NTB,” terangnya.

Sebelumnya, Katua HIMALO Se-Jabodetabek, Muslihan Habib menjelaskan, Himpunan Masyarakat Lombok (HIMALO) se-Jabodetabek merupakan wadah berkumpulnya masyarakat Lombok yang ada di Jabodetabek, yang kemudian dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dibagi menjadi tiga anggota. Yang pertama adalah anggota tetap, kedua anggota tidak tetap dan ketiga adalah anggota kehormatan.

Anggota tetap adalah mereka yang sudah menetap di Jabodetabek. Anggota tidak tetap adalah mereka yang kuliah di Jabodetabek tapi masih ber KTP di Lombok. Sedangkan anggota kehormatan adalah mereka yang menaruh perhatian dengan HIMALO se-Jabodetabek.

“Anggota kehormatan pada dasarnya adalah mereka yang pernah bertugas dan bekerja di Lombok, baik itu dijajaran pemerintahan maupun jajaran Kepolisian dan TNI,” kata pria yang biasa disapa Muslihan Habib itu.

Acara yang digelar secara virtual ini diikuti oleh Bupati Lombok Timur, H. M Sukiman Azmi, Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmudin Akhyar, SH., MH dan para Dewan Pembina dan Pengurus inti Himpunan Masyarakat Lombok (HIMALO) Se-Jabodetabek

Kadis Kesehatan NTB: Wajib Rapid Tes, Bentuk Ketegasan Memutus Rantai Penularan Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A menegaskan bahwa prinsip diwajibkannya Rapid Tes atau Swab Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) untuk masuk wilayah NTB dan Pelabuhan di NTB merupakan langkah nyata dan tegas Pemerintah Provinsi NTB untuk memutus rantai penularan Covid-19, yakni dengan cara mengendalikan dan membatasi pergerakan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG).

“Semua kita tahu Virus Covid-19 ini sangat cepat penyebarannya. Jadi salah satu upaya serius pemerintah adalah dengan membatasi pergerakan Orang Tanpa Gejala (OTG). Dan itu merupakan langkah yang paling efektif dalam memutus rantai penularan Covid-19,” ujar dr. Nurhandini Eka Dewi, Jum’at (5/6) di ruang kerjanya.

Hal ini, menurut dr. Eka sesuai protokol percepatan penanggulangan pendemi Covid-19 sebagaiman tertuang dalam Surat Edaran (SE) Ketua Gugus Tugas Covid Nomor 5 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam rangka percepatan Penanganan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) dan Surat Gubernur NTB Nomor 551/635/Dishub/I tanggal 24 April 2020 tentang Pengendalian Transportasi. Dan telah dituangkan pihaknya dalam SE/SOP teknis dalam Surat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Nomor: 441/8/Yankes/V/2020 tentang Prosedur Periksaaan PPTG Saat Kedatangan di Provinsi NTB Dalam Masa Darurat Bencana Non Alam Covid-19.

“Namun dalam SE Ketua Gugus Tugas Covid Nomor 5 Tahun 2020 ditegaskan bahwa SE tersebut hanya berlaku hingga tanggal 7 Juni 2020. Tentu kita menunggu perubahan kebijakan selanjutnya dari pusat tersebut. Karena ini meruapakn tahapan yang jelas dan tegas dalam percepatan penanggulangan Covid-19,” imbuh dr. Eka

Pada fase awal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) langkah tegas jajaran Gugus Covid-19 adalah dengan melakukan pembatasan menyeluruh pergerakan orang. Dan hanya barang/logistiklah serta petugas Covid-19 yang diperbolehkan melakukan pergerakan dengan menggunakan kendaraan Dinas. Namun tahap saat ini, diberikan pengeculiaan/diperbolehkan untuk orang-orang melakukan perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi/umum yang dinilai memiliki kepentingan mendesak dengan penerapan protokol yang ketat.

“Sesuai SE Ketua Pelaksanan Gugus Tugas Nomor 5 tahun 2020, Ada tiga kelompok yang diberikan ijin untuk melakukan Perjalanan. Kelompok pertama adalah mereka yang bekerja pada lembaga pemerintah/swasta serta menyelenggarakan pelayanan percepatan penanganan COVID-19; pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum; Pelayanan kesehatan; Pelayanan kebutuhan dasar; pendukung layanan dasar; dan Pelayanan fungsi ekonomi penting,” lanjut dr. Eka.

Kelompok kedua adalah perjalanan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan orang yang anggota keluarga intinya (orang tua, suami/istri, anak, saudara kandung) sakit keras atau meninggal dunia; Perjalanan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan orang yang anggota keluarga intinya (orang tua, suami/istri, anak, saudara kandung) sakit keras atau meninggal dunia.

“Sementara kelompok ketiga adalah Repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI), Warga Negara Indonesia, dan pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh Pemerintah sampai ke daerah asal, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas dr. Eka.

Dari ketiga kelompok yang diberikan ijin oleh Negara untuk melakukan perjalanan tersebut. Pemerintah memberlakukan protokol pencegahan dan percepatan penaggulangan Covid-19 dengan sangat ketat. Yakni mereka harus bisa menunjukkan KTP, Surat Keterangan/Tugas, dan Hasil Tes Rapid Tes yang berlaku paling lama tiga hari atau hasil Swab negative yang berlaku paling lama tujuh hari.
Terkait dengan biaya Rapid Tes/Swab tersebut, dr. Eka menegaskan sepenuhnya gratis untuk para Pasien Covid dan keluarganya yang masuk dalam daftar tracking.

“Tidak peduli seberapa banyak jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun keluarga dari Pasien Positif Covid yang masuk dalam daftar kontak tracking. Semuanya digratiskan dari biaya Swab atau Rapid Tes,” imbuh dr. Eka.

Termasuk Rapid Tes juga digratiskan untuk pihak terkait yang memenuhi kriteria sesuai yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Termasuk digratiskan untuk Siswa/Santri atau Mahasiswa yang hendak melakukan perjalanan menuju sekolah/pesantren atau kampusnya yang berada di luar Pulau atau Provinsi NTB.

“Pemprov juga telah membuat program rapid tes gratis untuk Siswa/Mahasiswa yang kampusnya di luar pulau/provinsi NTB. Namun, tentu hal itu harus sesuai dengan waktu para siswa/mahasiswa mulai melakukan pelajaran tatap muka. Untuk sementara ini, kami memperoleh informasi sekolah akan mulai masuk tanggal 13 Juli 2020. Sementara untuk kampus akan mulai kuliah paling cepat minggu ke-3 Juli 2020. Terkait waktu rapid tes siswa/mahasiswa ini kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas Dikbud dan Perguruan tinggi terkait,” tutup dr. Eka. (Humas NTB)

Pemprov NTB Gencarkan Kampanye Melindungi Anak dari Covid-19

Mataram- Kasus Covid-19 yang menginfeksi bayi maupun anak di Provinsi NTB menjadi yang tertinggi kedua nasional setelah Jawa Timur.
Terhitung sampai tanggal 4 Juni 2020, sebanyak 47 balita usia 0-5 tahun dan 53 orang anak-anak usia 6-18 tahun terinfeksi Covid-19.

Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalillah yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB diwawancarai secara live oleh Kompas TV dengan tema Ikhtiar Menangani Covid-19 di NTB pada hari
Jum’at malam, 5 Juni 2020.

Berikut petikan wawancaranya ;

Apa yang terjadi sehingga seratus anak positif corona di NTB ?

Di NTB sejak kasus Covid pertama pada tanggal 16 Maret, kami sudah melakukan screening terhadap anak. Setiap anak-anak yang pneumonia langsung kita masukkan ke PDP, sehingga dari sana kita swab dan hasilnya seperti yang kita saksikan saat ini. Jadi kasus anak di NTB ini, penyebarannya sebanyak 40% dari PDP serta 60% dari OTG dan ODP.

Apakah sudah diidentifikasi penularannya?

Tentunya sudah. Ada beberapa dari klaster-klaster tertentu terutama pada saat awal-awal kita mengalami Covid-19, mulai dari klaster Gowa, Magetan, Jakarta, Bali dan lain sebagainya. Tetapi akhir-akhir ini memang transmisi lokal yang kita identifikasi.

Apakah anak-anak tersebut tertular dari orang tuanya atau keluarga terdekat ?

Dari awal, pasien anak-anak yang pneumonia langsung kita masukkan ke PDP. Jadi, walaupun keluarganya tidak positif Covid-19, tetapi begitu anaknya pneumonia langsung kita swab, dari sana kita banyak mendapatkan anak-anak kita terkena Covid-19 dari usia 0-18 tahun.

Melihat tingginya anak-anak terinfeksi Covid-19, apa langkah-langkah yang dilakukan Pemprov NTB ?

Pemprov NTB hingga saat ini terus menghimbau seluruh orang tua khususnya anak-anak yang punya kategori pneumonia untuk segera memeriksakan diri. Selain itu, di NTB ini sekarang sedang kita masifkan kampanye untuk melindungi anak, supaya anak-anak ini benar-benar di rumah. Selain itu kita membagikan masker kepada anak-anak. Karena, terkadang orang tuanya pakai masker, anak-anaknya tidak pakai masker.

Bagaimana kesiapan Pemprov NTB dalam menangani anak-anak yang terinfeksi Covid-19 ?

Alhamdulillah kita telah bekerjasama dengan semua pihak, dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dll. Selain itu, NTB juga telah menyiapkan rumah sakit darurat. Rumah sakit darurat ini melayani OTG, sehingga yang keadaannya sakit sedang dan berat saja yang di rawat di rumah sakit. Anak-anak pun kita tempatkan di tempat tertentu supaya bisa tetap di dampingi dan tidak merasa stres ketika dalam perawatan.

Apakah NTB menerapkan protokol kesehatan ?

Ya tentu, dari sisi bekerja dari rumah, belajar dan beribadah dari rumah telah kita lakukan, dan pengetatan-pengetatan lain tentunya kita lakukan di tempat-tempat kerumunan.

Kalau daerah yang menerapkan PSBB kan sudah klir, tidak ada pusat-pusat perbelanjaan dan keramaian lainnya, kalau di NTB sendiri seperti apa pengetatannya ?

Di NTB sendiri kita minimalisir betul kegiatan-kegiatan di luar. Sehingga, untuk pusat-pusat perbelanjaan, gubernur telah mengeluarkan edaran sebelum lebaran kemarin untuk sementara ditutup. Jika masih ada yang tetap buka, kita terus masifkan imbauan agar ditutup sementara.

Apa saja yang dilakukan untuk memutus terinfeksinya anak-anak oleh Covid-19 ?

Berbicara Covid ini, penangkal utamanya adalah kedisplinan, dan kedisplinan tersebut butuh edukasi yang sungguh-sungguh. Kita memanfaatkan kader Posyandu untuk terus mengedukasi setiap desa dan dusun agar paham betul bahwa anak-anak ini sangat rentan terkena Covid-19, sebisa mungkin kita minta orang tua supaya anak-anaknya belajar dan bermain di rumah.

Edukasi kepada orang tuanya sendiri seperti apa ?

Untuk orang tua sendiri kita edukasi melalui media, tokoh agama, aparat sampai dengan dusun. Karena bagaimanapun, yang paling dekat dengan anak-anak adalah orang tuanya sendiri.

Terakhir, adakah langkah husus yang disiapkan, melihat angka kenaikan Covid-19 yang terus bertambah ?

Alhamdulillah Pemprov NTB telah membuat aturan-aturan bagi seluruh masyarakat NTB yang keluar rumah untuk selalu menggunakan masker. Selain itu, kita betul-betul masif meminta masyarakat NTB untuk tetap menjalani protokol kesehatan dimanapun berada. (Humas NTB)

Gubernur Luncurkan NgebUTS, Sepeda Motor Listrik Asli Buatan NTB

Sumbawa – Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) telah berhasil mengembangkan motor listrik yang ramah lingkungan. Motor ini membuktikan bahwa anak NTB mampu menciptakan sesuatu yang luar biasa dan tidak kalah dari daerah lain. Oleh sebab itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yakin industrialisasi di NTB berjalan dengan lancar.

“Ini sebenarnya pesannya sederhana, jangankan permen susu, jangankan jadi pekerja tambang, orang NTB bisa bikin motor listrik sekalipun yang sangat canggih, jadi tidak ada yang tidak mungkin, itu semangatnya sebenarnya,” tegas Gubernur saat soft launching NgebUTS di Kantor Bupati Kabupaten Sumbawa, Jumat (05/06/2020). Dalam kesempatan tersebut hadir pula Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB.

Sebagai bentuk apresiasinya, Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini telah memesan motor listrik produksi UTS ini sebanyak 20 unit. Ia berharap motor listrik buatan asli anak NTB ini dapat diminati semua kalangan.

“Saya sudah pernah coba sebelumnya, enak sekali mengendarai motor ini. Saya membayangkan jika ada tamu dari luar kota, oleh-olehnya bukan hanya susu sapi khas Sumbawa, tapi juga motor listrik buatan Sumbawa ini,” tuturnya.

Motor listrik yang diberi nama NgebUTS ini dapat bertahan sampai 30 km tanpa menggunakan pedal dan 40-60 km apabila pedalnya dikayuh. Kecepatan dari sepeda motor NgebUTS dapat dipengaruhi oleh berat beban pengendara.

Sepeda motor listrik ini selain menggunakan tenaga listrik dari PLN sebagai sumber energinya, juga menggunakan solar power sebagai tenaga pengganti listrik PLN pada motor yang sudah terpasang instalasi solar power. Kendaraan ini di-charge dengan biaya yang rendah yaitu jika dirupiahkan hanya menghabiskan Rp 1.500 dalam sekali pengisian.

Kedepannya sepeda motor listrik NgebUTS akan diproduksi lebih banyak lagi oleh tim NgebUTS. Motor Listrik juga akan terus diproduksi sebagai bentuk dukungan Universitas Teknologi Sumbawa terhadap event MotoGP Mandalika.

Rektor UTS, Dr. Chairul Hudaya dalam kesempatan itu mengungkapkan bahwa motor listrik ini adalah buah dari tantangan Gubernur untuk UTS beberapa waktu yang lalu, dan ia membuktikan bahwa anak-anak NTB dapat bersaing dengan daerah lain di bidang engineering.

“Universitas Teknologi Sumbawa pada awalnya 3 bulan yang lalu Gubernur memberikan sebuah challenge bagi civitas akademika Universitas Teknologi Sumbawa untuk mengembangkan motor listrik, dan akhirnya kita menjawab challenge tersebut,” kata Chairul Hudaya.

Chairul mengatakan bahwa UTS betul-betul ingin menciptakan dunia industri di NTB yang mengedepankan kreativitas IKM/UMKM sesuai dengan visi Gubernur.

“Motor listrik ini adalah hasil dari civitas akademika berkolaborasi dengan UMKM lokal, hal ini membuktikan bahwa anak-anak putra putri terbaik di Sumbawa ini bisa berkarya,” tegasnya.

Ia berharap kedepannya UMKM yang ada di Kabupaten Sumbawa dapat menciptakan inovasi yang dapat bermanfaat bagi masyarakat Sumbawa dan NTB pada umumnya.

Kapolda NTB, Irjen Pol Muhammad Iqbal yang hadir dalam acara peresmian itu mencoba mengendarai sepeda motor listrik tersebut. Ia mengatakan bahwa sepeda motor listrik ini adalah karya yang berbeda dari motor listrik lainnya.

“Ini hebat, spektakuler, saya pernah menggunakan sepeda motor listrik sebelumnya, tapi ini beda, ini membuktikan bahwa Sumbawa hebat, the best” kata Kapolda NTB dengan ekspresi riang. (Humas NTB)